5 Hukum Komunikasi Yang Efektif (The 5 Inevitable Laws of Efffective Communication) yang kami kembangkan dan rangkum dalam satu kata yang mencerminkan esensi dari komunikasi itu sendiri yaitu REACH, yang berarti merengkuh atau meraih. Karena sesungguhnya komunikasi itu pada dasarnya adalah upaya bagaimana kita meraih perhatian, cinta kasih, minat, kepedulian, simpati, tanggapan, maupun respon positif dari orang lain.
Hukum # 1: Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.
Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prinsipnya manusia ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
Bahkan menurut mahaguru komunikasi Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam berurusan dengan manusia adalah dengan memberikan penghargaan yang jujur dan tulus. Seorang ahli psikologi yang sangat terkenal William James juga mengatakan bahwa "Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai." Dia mengatakan ini sebagai suatu kebutuhan (bukan harapan ataupun keinginan yang bisa ditunda atau tidak harus dipenuhi), yang harus dipenuhi. Ini adalah suatu rasa lapar manusia yang tak terperikan dan tak tergoyahkan. Lebih jauh Carnegie mengatakan bahwa setiap individu yang dapat memuaskan kelaparan hati ini akan menggenggam orang dalam telapak tangannya.
Charles Schwabb, salah satu orang pertama dalam sejarah perusahaan Amerika yang mendapat gaji lebih dari satu juta dolar setahun, mengatakan bahwa aset paling besar yang dia miliki adalah kemampuannya dalam membangkitkan antusiasme pada orang lain. Dan cara untuk membangkitkan antusiasme dan mendorong orang lain melakukan hal-hal terbaik adalah dengan memberi penghargaan yang tulus. Hal ini pula yang menjadi satu dari tiga rahasia manajer satu menit dalam buku Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager.
Hukum # 2: Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.
Secara khusus Covey menaruh kemampuan untuk mendengarkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif, yaitu kebiasaan untuk mengerti terlebih dahulu, baru dimengerti (Seek First to Understand -understand then be understood to build the skills of empathetic listening that inspires openness and trust). Inilah yang disebutnya dengan Komunikasi Empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain.
Rasa empati akan memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. Oleh karena itu dalam ilmu pemasaran (marketing) memahami perilaku konsumen (consumer's behavior) merupakan keharusan. Dengan memahami perilaku konsumen, maka kita dapat empati dengan apa yang menjadi kebutuhan, keinginan, minat, harapan dan kesenangan dari konsumen. Demikian halnya dengan bentuk komunikasi lainnya, misalnya komunikasi dalam membangun kerjasama tim. Kita perlu saling memahami dan mengerti keberadaan orang lain dalam tim kita. Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun teamwork.
Jadi sebelum kita membangun komunikasi atau mengirimkan pesan, kita perlu mengerti dan memahami dengan empati calon penerima pesan kita. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan psikologis atau penolakan dari penerima.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik (feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan. Oleh karena itu dalam kegiatan komunikasi pemasaran above the lines (mass media advertising) diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari audiensi atau penerima pesan.
Hukum # 3: Audible
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.
Hukum # 4: Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan. Ketika saya bekerja di Sekretariat Negara, hal ini merupakan hukum yang paling utama dalam menyiapkan korespondensi tingkat tinggi.
Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
Hukum # 5: Humble
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Dalam edisi Mandiri 32 Sikap Rendah Hati pernah kita bahas, yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani (dalam bahasa pemasaran Customer First Attitude), sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
Jika komunikasi yang kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi seorang komunikator yang handal dan pada gilirannya dapat membangun jaringan hubungan dengan orang lain yang penuh dengan penghargaan (respect), karena inilah yang dapat membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan dan saling menguatkan.
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-dan-Inspirasi-Sukses-/145995508791387
Selasa, 17 April 2012
20 SIFAT YANG MERUGIKAN DIRI SENDIRI
Beberapa sifat yang seharusnya kita hindari dalam kehidupan.
1. Bashful (Pemalu)
Sering menghindari perhatian karena malu.
2. Unforgiving (Tidak Memaafkan)
Sulit melupakan sakit hati atas ketidakadilan yang dialami, biasa mendendam.
3. Resentful (Rasa Sesal)
Sering memendam rasa tidak senang akibat tersinggung oleh fakta/khayalannya.
4. Fussy (Rewel)
Bersikeras minta perhatian besar pada perincian/hal yang sepele.
5. Insecure (Tidak Aman)
Sering merasa sedih/cemas/takut/kurang kepercayaan.
6. Unpopular (Tidak Populer)
Suka menuntut orang lain untuk sempurna sesuai keinginannya.
7. Hard to please (Susah Untuk Menyenangkan)
Suka menetapkan standar yang terlalu tinggi yang sulit dipenuhi oleh orang lain.
8. Pessimistic (Pesimis)
Sering melihat sisi buruk lebih dulu pada situasi apapun.
9. Alienated (Terasing)
Sering merasa terasing/tidak aman, takut jangan-jangan tidak disenangi orang lain.
10. Negative attitude (Sikap Negatif)
Jarang berpikir positif, sering cuma melihat sisi buruk/gelap setiap situasi.
11. Withdrawn (Menarik Diri)
Sering lama-lama menyendiri/menarik diri/mengasingkan diri.
12. Too sensitive (Terlalu Sensitif)
Terlalu introspektif/ingin dipahami, mudah tersinggung kalau disalahpahami.
13. Depressed (Tertekan)
Hampir sepanjang waktu merasa tertekan.
14. Introvert (Tertutup)
Pemikiran & perhatiannya ditujukan ke dalam, hidup di dalam diri sendiri.
15. Moody (Tergantung Mood)
Semangatnya sering merosot drastis, apalagi kalo merasa tidak dihargai.
16. Skeptical (Skeptis)
Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik kata-kata.
17. Loner (Penyendiri)
Memerlukan banyak waktu pribadi, cenderung menghindari orang lain.
18. Suspicious (Curigaan)
Suka curiga/tidak percaya kata-kata orang lain.
19. Revengeful (Pendendam)
Sadar/tidak sadar sering menahan perasaan, menyimpan dendam, ingin membalas.
20. Critical (Suka Mengeritik)
Suka mengevaluasi/menilai/berpikir/mengkritik secara negatif.
Sumber : buku Personality Plus
1. Bashful (Pemalu)
Sering menghindari perhatian karena malu.
2. Unforgiving (Tidak Memaafkan)
Sulit melupakan sakit hati atas ketidakadilan yang dialami, biasa mendendam.
3. Resentful (Rasa Sesal)
Sering memendam rasa tidak senang akibat tersinggung oleh fakta/khayalannya.
4. Fussy (Rewel)
Bersikeras minta perhatian besar pada perincian/hal yang sepele.
5. Insecure (Tidak Aman)
Sering merasa sedih/cemas/takut/kurang kepercayaan.
6. Unpopular (Tidak Populer)
Suka menuntut orang lain untuk sempurna sesuai keinginannya.
7. Hard to please (Susah Untuk Menyenangkan)
Suka menetapkan standar yang terlalu tinggi yang sulit dipenuhi oleh orang lain.
8. Pessimistic (Pesimis)
Sering melihat sisi buruk lebih dulu pada situasi apapun.
9. Alienated (Terasing)
Sering merasa terasing/tidak aman, takut jangan-jangan tidak disenangi orang lain.
10. Negative attitude (Sikap Negatif)
Jarang berpikir positif, sering cuma melihat sisi buruk/gelap setiap situasi.
11. Withdrawn (Menarik Diri)
Sering lama-lama menyendiri/menarik diri/mengasingkan diri.
12. Too sensitive (Terlalu Sensitif)
Terlalu introspektif/ingin dipahami, mudah tersinggung kalau disalahpahami.
13. Depressed (Tertekan)
Hampir sepanjang waktu merasa tertekan.
14. Introvert (Tertutup)
Pemikiran & perhatiannya ditujukan ke dalam, hidup di dalam diri sendiri.
15. Moody (Tergantung Mood)
Semangatnya sering merosot drastis, apalagi kalo merasa tidak dihargai.
16. Skeptical (Skeptis)
Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik kata-kata.
17. Loner (Penyendiri)
Memerlukan banyak waktu pribadi, cenderung menghindari orang lain.
18. Suspicious (Curigaan)
Suka curiga/tidak percaya kata-kata orang lain.
19. Revengeful (Pendendam)
Sadar/tidak sadar sering menahan perasaan, menyimpan dendam, ingin membalas.
20. Critical (Suka Mengeritik)
Suka mengevaluasi/menilai/berpikir/mengkritik secara negatif.
Sumber : buku Personality Plus
Percakapan Kaum kafir dg Seorang muslim
ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
****************
Percakapan antara kaum kafir dengan seorang muslim
muslim apa kabar? Oiya kami hari ini natalan? Kamu tidak mengucapnya? Padahalkan setiap hari besar kalian aku selalu mengucapnya dan menghormati tapi kenapa kamu tidak? Apa agamamu mengajarkan untuk tidak menghormati satu sama lain? (kafir)
alhamdulillah baik ....tentu saja islam mengajarkan untuk saling menghormati. Namun bukan dengan begini cara menghormatinya, bila kami mengucap natal itu sama kami menduakan Allah, kami meridhoi tuhanmu yang tak lain hanya seorang manusia,,, jika kamu ingin aku mengucap selamat natal untukmu akan aku lakukan bila kamu lebih dulu mengucap SYAHADAT,, SETELAH engkau mengucap baru aku ucapkan.. (muslim)
oh tidak bisa aku tidak bisa melakukan itu? (Kafir)
kalau seperti maafkan jua aku pun tak bisa mengucapkannya... (muslim)
oh aku mengerti sekarang kenapa kebanyakan muslim tak mengucapnya iya ya (kafir)
NP: SEANDAINYA IA MENGUCAP SYAHADAT KITA MUSLIM TAK PERLU MENGUCAP NATAL KEPADANYA ISTILAHNYA MENIPU, SYAHADAT ADALAH KUNCI ISLAM IA KAN MENGAKUI ADANYA ALLAH DAN MUHAMMAD UTUSAN ALLAH, JADI OTOMATIS IA SUDAH ISLAM BAGAIMANA SAHABAT BAGUS TIDAK?
AFWAN YA SAHABAT ANA BARU MUNCUL DAN MENGATAKANNYA SEKARANG HHHEE
TAPI TAK APA- APA JIKA MEMANG MASIH DI PERTEMUKAN DENGAN HARI MEREKA KITA MUSLIM YANG AWAN TAK PERLU MENGUCAPNYA KARENA ITU SAMA SAJA KITA MENGAKUI TUHAN MEREKA
=================
SEKIAN
WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
****************
Percakapan antara kaum kafir dengan seorang muslim
muslim apa kabar? Oiya kami hari ini natalan? Kamu tidak mengucapnya? Padahalkan setiap hari besar kalian aku selalu mengucapnya dan menghormati tapi kenapa kamu tidak? Apa agamamu mengajarkan untuk tidak menghormati satu sama lain? (kafir)
alhamdulillah baik ....tentu saja islam mengajarkan untuk saling menghormati. Namun bukan dengan begini cara menghormatinya, bila kami mengucap natal itu sama kami menduakan Allah, kami meridhoi tuhanmu yang tak lain hanya seorang manusia,,, jika kamu ingin aku mengucap selamat natal untukmu akan aku lakukan bila kamu lebih dulu mengucap SYAHADAT,, SETELAH engkau mengucap baru aku ucapkan.. (muslim)
oh tidak bisa aku tidak bisa melakukan itu? (Kafir)
kalau seperti maafkan jua aku pun tak bisa mengucapkannya... (muslim)
oh aku mengerti sekarang kenapa kebanyakan muslim tak mengucapnya iya ya (kafir)
NP: SEANDAINYA IA MENGUCAP SYAHADAT KITA MUSLIM TAK PERLU MENGUCAP NATAL KEPADANYA ISTILAHNYA MENIPU, SYAHADAT ADALAH KUNCI ISLAM IA KAN MENGAKUI ADANYA ALLAH DAN MUHAMMAD UTUSAN ALLAH, JADI OTOMATIS IA SUDAH ISLAM BAGAIMANA SAHABAT BAGUS TIDAK?
AFWAN YA SAHABAT ANA BARU MUNCUL DAN MENGATAKANNYA SEKARANG HHHEE
TAPI TAK APA- APA JIKA MEMANG MASIH DI PERTEMUKAN DENGAN HARI MEREKA KITA MUSLIM YANG AWAN TAK PERLU MENGUCAPNYA KARENA ITU SAMA SAJA KITA MENGAKUI TUHAN MEREKA
=================
SEKIAN
WASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
Jumat, 13 April 2012
Ternyata saudaraku,,,
Jika kita MARAH selama 5 menit saja, maka sistem imunitas (kekebalan) tubuh kita akan depresi selama 6 jam
Dan jika kita DENDAM, menyimpan kepahitan, maka imunitas tubuh kita akan mudah mati. Lalu dari situlah bermula segala awal penyakit, STRESS, kolesterol tinggi, Jantung, Rheumatik, arthritis, Sroke / pendarahan / penyumbatan pembuluh darah
Kemudian jika kita sering membiarkan pikiran kita STRESS, maka kita pun akan sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN
Perasaan KHAWATIR berlebihan pun bisa mengakibatkan kita NYERI PUNGGUNG
Jika mudah TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakin INSOMNIA (susah tidur)
Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka besar kemungkinan mudah terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH
Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena sakit ginjal
Jika suka suudzon, NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)
Jika mudah EMOSI dan cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentang terhadap penyakit HEPATITIS.
Jika kita sering APATIS (tidak pernah perduli) terhadap lingkungan, maka kita berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH
Jika sering TERLALU MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES
Jika kita sering KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang)
Jika sering bersedih dan merasa terlalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit Leukimia (Kanker Darah Putih)
Mari kita bersyukur atas segala perkara yang telah terjadi, karena dengan bersyukur, maka hati ini menjadi GEMBIRA dan menimbulkan energi POSITIF dalam tubuh kita untuk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas
QS.3 Ali 'Imran:119 ,,,Katakanlah: "Matilah kamu karena kemarahanmu itu"...
Orang marah cepat tua
Jika kita MARAH selama 5 menit saja, maka sistem imunitas (kekebalan) tubuh kita akan depresi selama 6 jam
Dan jika kita DENDAM, menyimpan kepahitan, maka imunitas tubuh kita akan mudah mati. Lalu dari situlah bermula segala awal penyakit, STRESS, kolesterol tinggi, Jantung, Rheumatik, arthritis, Sroke / pendarahan / penyumbatan pembuluh darah
Kemudian jika kita sering membiarkan pikiran kita STRESS, maka kita pun akan sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN
Perasaan KHAWATIR berlebihan pun bisa mengakibatkan kita NYERI PUNGGUNG
Jika mudah TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakin INSOMNIA (susah tidur)
Jika sering mengalami KEBINGUNGAN, maka besar kemungkinan mudah terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH
Jika sering membiarkan diri kita merasa TAKUT BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena sakit ginjal
Jika suka suudzon, NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna)
Jika mudah EMOSI dan cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentang terhadap penyakit HEPATITIS.
Jika kita sering APATIS (tidak pernah perduli) terhadap lingkungan, maka kita berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH
Jika sering TERLALU MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES
Jika kita sering KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang)
Jika sering bersedih dan merasa terlalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit Leukimia (Kanker Darah Putih)
Mari kita bersyukur atas segala perkara yang telah terjadi, karena dengan bersyukur, maka hati ini menjadi GEMBIRA dan menimbulkan energi POSITIF dalam tubuh kita untuk mengusir segala penyakit-penyakit tersebut diatas
QS.3 Ali 'Imran:119 ,,,Katakanlah: "Matilah kamu karena kemarahanmu itu"...
Orang marah cepat tua
Selasa, 10 April 2012
Malam Pesta Seorang Pengantin Wanita
KISAH NYATA : MALAM PESTA SEORANG PENGANTIN WANITA (Musti baca ! Bagus, Jangan dilewatkan ...)
Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...
Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau
Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...
Kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir Arab Saudi.
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau
Tuhan Itu Ada
KISAH HIKMAH ISLAMI
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .
“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.
“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”
Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : “Kamu kok bisa bilang begitu?”.
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.
“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.
“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.
Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong!!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”
Jika Anda berpikir bahwa TUHAN ITU ADA, sampaikan cerita ini kepada orang lain. Semoga kita selalu mendapat kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Amiin..
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .
“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.
“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”
Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : “Kamu kok bisa bilang begitu?”.
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.
“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.
“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.
Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong!!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”
Jika Anda berpikir bahwa TUHAN ITU ADA, sampaikan cerita ini kepada orang lain. Semoga kita selalu mendapat kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Amiin..
Kamis, 05 April 2012
Aku Perawan????
Aku Perawan…!!!
“Aku masih perawan, nggak pernah ciuman, pegangan tangan, bercumbu, atau jalan-jalan berdua saja dengan bukan muhrimku, dan dengan laki-laki manapun…”
glek….. “Masa sih…”
“Iya, AKU MASIH PERAWAN, JELAS….!!!!”
aku masih perawan, utuh, murni 100 persen, tidak berkurang sedikitpun, aku tidak pernah “pacaran” seperti orang kebanyakan, aku lihat lelaki itu dari bagaimana pola pikir d...ikepalanya bukan “Pola Tangan dan Pola Matanya” melihatku.
“Bodoh loe,”
Biar, aku lebih suka dibilang “Bodoh” sebab
“Aku masih perawan, nggak pernah ciuman, pegangan tangan, bercumbu, atau jalan-jalan berdua saja dengan bukan muhrimku, dan dengan laki-laki manapun…”
glek….. “Masa sih…”
“Iya, AKU MASIH PERAWAN, JELAS….!!!!”
aku masih perawan, utuh, murni 100 persen, tidak berkurang sedikitpun, aku tidak pernah “pacaran” seperti orang kebanyakan, aku lihat lelaki itu dari bagaimana pola pikir d...ikepalanya bukan “Pola Tangan dan Pola Matanya” melihatku.
“Bodoh loe,”
Biar, aku lebih suka dibilang “Bodoh” sebab
Langganan:
Postingan (Atom)